Kamis, 19 Maret 2009

LIke a frog in a coconut shell, The frog doesn’t know what is going on in the world.

Katak dalam Tempurung....open your eyes - open your heart.
‘Seperti katak dalam tempurung’ merupakan istilah/sindiran yang diperuntukan bagi orang yang tidak memiliki pandangan, pengetahuan terhadap keadaan sekitar maupun masa depan (ataupun hal lainnya) karena terhalang oleh batasan-batasan yang berada disekitarnya, berupa batasan pengetahuan, lingkungan dan banyak batasan lainnya.
Saya tidak tahu dari mana asal mula istilah ‘Katak dalam Tempurung’, mungkin diwaktu lalu ada yang pernah melakukan eksperimen menaruh katak di bawah tempurung kemudian mengamati tingkah lakunya, atau mungkin hanya ungkapan yang tanpa disengaja untuk memperhalus bahasa/menyindir. Entahlah.....yang jelas istilah ini sudah meluas dan jamak dipergunakan masyarakat.

Terus....kenapa dibahas? toh hanya istilah.....

‘Tempurung’ (bahasa lainnya batok) bisa diartikan batasan-batasan, dari yang tersempit, seperti; kepribadian, pikiran, pengetahuan, wawasan, dan sebagainya sampai dengan batasan terluas, seperti; lingkungan sosial (keluarga, masyarakat sosial, tempat/lingkungan kerja, suku, agama, ras, dan sebagainya).

‘Katak’ termasuk binatang amphibi yang bisa hidup didua habitat (darat dan air), dapat diartikan sebagai binatang yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan binatang lain. Katak bisa melompat, berenang atau menyelam dan mungkin ada spesies-nya yang bisa terbang (karena lompatannya jauh). Semua kelebihan itu untuk kelangsungan hidup meraka.
Sama halnya dengan Manusia sebagai mahluk yang memiliki kelebihan berupa daya nalar dan pikiran, juga dipergunakan untuk melangsungkan kehidupan.
Nah...coba bayangkan bagaimana jikalau katak ditempatkan di bawah tempurung yang sama selama berhari-hari atau berbulan-bulan.....pasti mati,....karena ruang gerak mereka sempit, tidak bisa melompat tinggi atau melompat jauh, ia mengira disanalah lingkungan mereka sejak lahir, hidup dan kemudian mati.
Demikian halnya dengan manusia yang terkukung dengan batasan-batasan yang ada pada pribadi maupun lingkungannya selama bertahun-tahun....pastilah ‘mati’ jiwa-nya, daya nalar serta pengetahuannya. Mirip dengan katak dibawah tempurung, bukan..?
Manusia dianugrahkan akal pikiran, sehingga mampu melepaskan diri dari ‘tempurung-tempurung’ yang mungkin dibuat oleh diri kita sendiri ataupun oleh lingkungan. Namun sayangnya ada yang merasa nyaman dengan ‘tempurung’ yang ditempati atau dimiliki sehingga muncul ego yang berlebihan. Akibatnya mereka memaksakan kehendak. Walaupun ada ‘tempurung’ yang lebih nyaman dan pantas dibanggakan.

Yang lebih dahsyat lagi, ada yang mampu membuat (bukan mencipta,hanya-Tuhan yang mampu menciptakan) ‘tempurung’ sebagai tempat bagi ‘katak-katak’ yang lain dan sudah tentu pembuatnya akan menjadi pemimpin atau pemilik yang kemudian diwariskan kepada ‘katak’ keturunannya. Ada juga ‘katak’ yang mengakui tempurung temuannya tanpa mau tahu dari mana asal tempurung tersebut. Dan banyak tingkah laku ‘katak-katak’ lain tentang tempurung-nya.

Semoga kita bisa menjadi ‘katak’ yang mempunyai kemampuan untuk melompat dari satu tempurung ke tempurung yang lain untuk mendapat dan memberikan pencerahan kepada ‘katak’ yang lain, agar tidak terbelenggu dalam satu ‘tempurung’ sampai mati. Atau paling tidak menjadi ‘katak’ yang mampu melihat, jikalau ada ‘tempurung’ yang lainnya sehingga mampu membuat tempurung yang lebih baik dan nyaman.

Selamat melompat yang tinggi dan sejauh-jauhnya.....open your eyes - open your heart.
Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai Selalu.

2 komentar:

  1. Brati ente sudah bisa lompat dong "DOK"... he..he...aku juga mo lompat ke temperungmu ah...hup...hup...

    BalasHapus
  2. kok ga pernah nulis lagi bang jerry? oia, di qatar ini ada komunitas stm kimia bontang ga ya?

    BalasHapus